Sabtu, 08 Oktober 2011

Seimbang Dunia Akhirat

Posted by Asep Komaru 16.58.00, under | No comments

Mungkin kah kita bisa terus hidup di dengan sikap kita? sikap kita yang selalu membela kepentingan dunia daripada akhirat.
jangan lupa,kehidupan akhirat juga harus di pentingkan.karna kita tak selamanya hidup di dunia,kita juga perlu memikirkan akhirat,menyiapkan bekal buat di akhirat.
sebagai mana kita ketahui,apabia kita terlalu mementingkan akhirat kita pasti akan kekurangan informasi di dunia ini.
jadi kita harus se imbang antara dunia dan akhirat,apalah artinya ilmu akhirat apa bila kita tidak memikirkan dunia.tidak bekerja di dunia..kita tidak bisa hidup apa bila kita tidak bekerja.
namun jika terus terusan bekerja,kita akan lupa akhirat..banyak uang tapi tidak tau masalah agama,hanya bisa menabah dosa.

"Beramal lah seakan akan kau akan mati besok,dan bekerjaah seakan akan kau akan hidup slamanya"

Senin, 14 Februari 2011

Sifat Nabi Muhammad Yang Patut Di Contoh

Posted by Asep Komaru 19.58.00, under | No comments

Sabtu 12 Febuari 2011,Saat mendatangi acara maulid nabi MUHAMMAD SAW di sekolah,saya mendapatkan satu kisah yang menarik yang di ceritakan oleh mubalig.dan saya sangat suka cerita itu,apakah anda juga menyukainya?.jangan berkomentar sebelum membaca :) .
Kurang lebih kisahnya sebagai berikut....

Kamis, 10 Februari 2011

Janganlah Membuka Aib Orang Lain

Posted by Asep Komaru 19.20.00, under | No comments

Dalam sebuah riwayat dijelaskan, bahwa pada zaman Nabi Musa as, kaum bani Israil pernah ditimpa musim kemarau panjang, lalu mereka berkumpul menemui Nabi Musa as dan berkata: "Wahai Kalamullah, tolonglah doakan kami kepada Tuhanmu supaya Dia berkenan menurunkan hujan untuk kami!"
Kemudian berdirilah Nabi Musa as bersama kaumnya dan mereka bersama-sama berangkat menuju ke tanah lapang. Dalam suatu pendapat dikatakan bahwa jumlah mereka pada waktu itu lebih kurang tujuh puluh ribu orang.
Setelah mereka sampai ke tempat yang dituju, maka Nabi Musa as mulai berdoa. Diantara isi doanya itu ialah:

Rabu, 02 Februari 2011

Gas Metana Di SegiTiga Bermuda

Posted by Asep Komaru 20.11.00, under | No comments

Misteri hilangnya beberapa kapal laut dan pesawat terbang di wilayah yang disebut "Segitiga Bermuda" kini memunculkna teori baru.

Singkirkan jauh-jauh dugaan kita tentang pesawat luar angkasa alien, anomali waktu, piramida raksasa bangsa Atlantis, atau fenomena meteorologis.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7OPMrxK74jqUOm5REDhBslB_sPFcdbUfumSPjUCJA_DYCTcxXqY956f4eiOT_yA9u1yZD4tB_bjEtiAYQskCjLTq8l0SxnVPsbtRmEwj32QgLpqoq13D3sYHGJgW9MaO0294kfKCfWw4/s320/bermuda+triangle2.jpg

Segitiga Bermuda adalah sebuah fenomena gas akut biasa, demikian tulis Salem-News.com. Gas alam, sama seperti gas yang dihasilkan oleh air mendidih. Terutama gas metana, adalah tersangka utama di balik hilangnya beberapa pesawat terbang dan kapal laut.

Minggu, 30 Januari 2011

Beberapa Kasus UANG Di Persepakbolaan INDONESIA

Posted by Asep Komaru 19.20.00, under ,, | No comments

Aroma suap mulai kencang tercium dari lapangan hijau pada 1960-an. �Kreativitas" mafia yang ingin mengatur hasil pertandingan kian mencengangkan.
1960
Persatuan Sepak Bola Makassar menonaktifkan Ramang, striker andalannya, karena diduga menerima suap.
1961
�Skandal Senayan" mengguncang sepak bola Tanah Air. Delapan belas pemain tim nasional, seperti Bob Hippy dan Wowo Soenaryo, serta tiga wasit dituduh menerima suap sekitar Rp 25 ribu per orang ketika Indonesia menjamu Yugoslavia pada laga persahabatan.
Oktober 1978
Kiper tim nasional, Ronny Pasla, dilarang bertanding lima tahun karena menerima suap pada ajang Merdeka Games di Kuala Lumpur, Malaysia. Tiga rekannya diberi sanksi dua tahun. Sedangkan Iswadi Idris dan Oyong Liza mendapat sanksi satu tahun.
Juli 1979
Javeth Sibi, pemain klub Perkesa 78, dan empat rekannya menerima suap Rp 1,5 juta dari bandar judi. Mereka diberi sanksi setahun larangan bermain.
Oktober 1979
Endang Tirtana, kiper klub Warna Agung, dan gelandang tengah Marsely Tambayong menerima suap Rp 1 juta dari bandar judi.
Agustus 1981
Budi Santoso, Bujang Nasril, dan M. Asyik dari klub Jaka Utama mengantongi suap minimal Rp 100 ribu dari bandar judi. Mereka diganjar sanksi lima tahun.
1982
Budi Trapsilo dari Persatuan Sepak Bola Medan dan Sekitarnya dilarang bermain sepak bola sepuluh tahun karena suap.
April 1984
Sun Kie alias Jimmy Sukisman, bendahara klub Caprina Bali, dihukum lima tahun tidak boleh aktif dalam sepak bola nasional karena menyuap pemain Makassar Utama. PSSI juga membekukan klub Cahaya Kita milik Lo Bie Tek dan Kaslan Rosidi. Keduanya dilarang mengurusi sepak bola lagi.
April 1987
Pemain tim nasional Noach Maryen, Elly Idris, Bambang Nurdiansyah, dan Louis Mahodim menerima suap saat penyisihan pra-Olimpiade di Singapura dan Tokyo. Mereka diberi sanksi tiga tahun.
Maret 1998
Wakil Ketua Komisi Wasit PSSI Djafar Umar dan 40 wasit lain terbukti menerima suap. Ia dilarang aktif di sepak bola selama 20 tahun. Tapi pengurus klub yang menyuap malah lolos.
Periode Nurdin Halid 2003-sekarang
Juni 2007

Powered By Blogger