Persib Bandung meninggalkan turnamen pra-musim Inter Island Cup dengan situasi hancur lebur, hal itu disebabkan Maung Bandung menorehkan rapor merah saat dibungkam Sriwijaya FC dengan skor tenis 6-0. Kemenangan 3-2 atas Persiba seakan tidak berarti apa-apa dibandingkan kekalahan tersebut.
Meski demikian, pelatih yang kerap menuai kritikan di kalangan sepakbola Bandung itu masih mendapat dukungan dari beberapa kalangan bobotoh dan hal ini ternyata disambut gembira oleh sang juru taktik.
"Terima kasih bobotoh atas dukungan yang telah diberikan. Kami akan melanjutkan kerja keras demi meraih gelar juara. Saya yakin kami mampu mewujudkan itu!" ujar Darko penuh rasa optimisme.
Darko saat ini diyakini tengah merancang sebuah rencana pemantapan khusus bagi Persib pada tanggal 16-22 September mendatang, namun belum diketahui persis program apa yang akan dikeluarkannya.
Posted by Asep Komaru
09.49.00, under | No comments
Sriwijaya FC meraih titel pertama di musim kompetisi 2010/11. Sukses tersebut diraih SFC di turnamen pemanasan Inter Island Cup. Pada final IIC di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Minggu (5/9), SFC menaklukkan Persiwa 2-0. Gol-gol SFC dihasilkan Park Jung Hwan dan Budi Sudarsono.
Keberhasilan meraih trophy sekaligus menjadi debut menawan bagi pelatih SFC Ivan Kolev. Pelatih baru yang menggantikan Rahmad Darmawan memberi bukti dengan mengantarkan Laskar Wong Kito memetik gelar juara.
Hanya sukses tersebut dinilai sebagai hal yang wajar karena final IIC digelar di kandang SFC. Pasukan Kolev tentu mendapat dukungan penuh dari suporter.
Sebaliknya, pencapaian Persiwa ke final termasuk luar biasa. Pasalnya, Persiwa tidak melakukan persiapan khusus. Mereka menggantikan Persipura Jayapura hanya beberapa hari menjelang turnamen bergulir.
Dalam duel itu, Budi menjadi hero sekaligus zero. Dirinya menjadi pahlawan setelah mencetak gol yang mengukuhkan kemenangan SFC.
Namun, Budi yang direkrut dari Persib Bandung melakukan kesalahan fatal dengan memukul pemain Persiwa. Karena tindakannya yang mencederai fair play, Budi langsung dikartu merah.
SFC yang tampil menyerang langsung menekan pertahanan Persiwa sejak menit pertama. Dengan mengandalkan Budi di lini depan dan kecepatan pemain sayap Octavianus Maniani, SFC berkali-kali mengancam gawang lawan yang dikawal Galih Firmansyah.
Serangan SFC akhirnya membuahkan hasil di menit ke-20. Gol tersebut dihasilkan Park melalui kerjasama satu dua dengan Budi. Ia sempat melewati pemain belakang lawan sebelum membobol gawang Galih Firmansyah.
Setelah gol itu, serangan SFC makin meningkat. Namun, mereka masih gagal menembus pertahanan Persiwa. Sebaliknya, Persiwa mendapat satu peluang bagus melalui Alan Aronggear. Namun, upayanya digagalkan oleh kiper Fauzal Mubarok.
SFC nyaris menambah gol saat Budi berhasil lolos dan melejit sendirian di sisi kanan gawang lawan menjelang akhir babak pertama. Namun, tendangannya masih bisa diblok oleh kiper Galih.
Demikian pula, umpan Octavianus kepada Park masih gagal. Tendangan pemain baru SFC ini hanya melebar tipis di sisi kiri gawang.
Memasuki babak kedua, serangan SFC tak menurun. Pasalnya, keunggulan 1-0 belum bisa mengamankan peluang untuk menjadi juara. Hanya, Persiwa juga mencoba mengejar ketinggalannya. Peluang bagus diperoleh Alan Aronggear. Sayangnya, ia kembali gagal.
Selanjutnya, SFC mendapat giliran menyerang pertahanan Persiwa. Namun, tendangan Supardi masih melebar di menit ke-49. Meski demikian, tuan rumah terus berusaha menekan lawan.
Upaya SFC akhirnya membuahkan hasil saat Budi mencetak gol di menit ke-63. Gol itu berawal dari umpan terobosan yang mengejutkan pemain Persiwa. Mereka gagal memotong bola terobosan yang mengarah ke Budi. Tak hanya itu.
Pemain belakang tim Badai Pegunungan juga tak mampu mengantisipasi Budi yang melakukan solo run dan tinggal berhadapan dengan Galih. Budi tanpa kesulitan mengecoh kiper dan melepaskan tendangan ke gawang yang kosong.
Setelah gol itu, SFC masih berharap memperbesar keunggulannya. Tercatat tendangan Bobby Satria masih melambung tipis di menit ke-67. Selanjutnya, sundulan Octavianus juga masih melebar.
Saat sepuluh menit menjelang bubaran terjadi insiden yang membuat Budi diusir. Dia sengaja memukul pemain belakang Persiwa Sasha Sicevic di menit ke-80. Tindakan itu langsung berbuntut kartu merah.
Kehilangan satu pemain mendorong Kolev untuk menarik Octavianus dan memperkuat lini belakang. Dia kemudian memasukkan Rendy Siregar.
Usaha tersebut cukup berhasil karena Persiwa tetap gagal menembus pertahanan SFC. Di menit terakhir, Persiwa memperoleh peluang bagus melalui Alan Arongge, tendangannya ar yang lolos dari kawalan pemain belakang SFC.
Namun, usahanya bisa digagalkan oleh kiper. Kedudukan 2-0 akhirnya bertahan sampai selesai pertandingan.
28-September PRSELA VSPERSIB 02-Oktober DLTRAS VSPERSIB 16-Oktober PERSIB VS PERSIBA 22-Oktober PERSIB VS PSM 30-Oktober PERSIJA VS PERSIB 02-November PSPS VS PERSIB 02-Januari SFC VS PERSIB
05-Januari PERSIB VS PERSIBO 08-Januari PERSIB VS PERSIJAP 16-Jnuari BONTANG FC VS PERSIB 20-Januari PRSISAM VS PERSIB 23-Januari PERSIB VS PERSEMA 26-Januari PERSIB VS AREMA 30-Janiari PERSIWA VS PERSIB 02-Februari PRSIPURA VS PERSIB 06-Febuari PERSIB VS PLITA JY 09-Febuari PERSIB VS SMN PDNG
Posted by Asep Komaru
11.32.00, under | No comments
Sebuah pesawat Boeing 747-400 jatuh di pangkalan angkatan udara dekat bandar udara Dubai, Jumat (3/9/2010).
Badan penerbangan sipil Uni Emirat Arab menyatakan, korban tewas dalam kecelakaan pesawat hanya dua orang dan telah ditemukan. Keduanya adalah awak pesawat yang memang untuk pengangkut barang dan dioperasikan oleh United Parcel Service Inc (UPS).
Pihak perusahaan pengiriman paket dari Amerika Serikat itu mengakui, pesawat yang sedianya akan ke Cologne, Jerman itu jatuh setelah lepas landas.
Beberapa pejabat di bandara Dubai, bandara teramai di Timur Tengah, belum bisa dihubungi untuk diminta komentar mereka. Namun, informasi di situs beritanya mengatakan, penerbangan tidak terpengaruh akibat musibah itu.
Saksi mata menyebutkan, asap terlihat membubung dari pangkalan angkatan udara itu. Sebelumnya, televisi Al-Arabiya melaporkan, pesawat itu menghantam jalan raya yang ramai.
Namun, laporan-laporan itu menunjukkan bahwa pesawat tersebut tidak jatuh di jalan. Televisi Al-Jazeera mengutip saksi mata yang mengatakan, pesawat itu terbakar sebelum jatuh.
TV Dubai yang dikelola pemerintah mengatakan, kecelakaan itu tampaknya disebabkan oleh gangguan teknis.